Leave a comment

Aspect-Based Sentiment Analysis

Well, Sudah pernah dengar sentiment analysis? Apa itu? Silahkan buka google dan engkau akan menemukan jawabannya.

Sentiment analysis lagi mencuri perhatian saya sekarang ini dan berencana untuk riset di bidang ini. Salah satu paper yang saya baca minggu ini berjudul “Aspect based Sentiment Oriented Summarization of Hotel Review” dari Nadeem Akhtar dkk telah memberikan saya beberapa titik terang *lebey :P. Jadi, dari baca paper ini saya tahu bahwa ternyata oh ternyata judi itu haraaam ada beberapa tools ataupun library yang bisa sangat membantu dalam riset di bidang ini, khususnya yg aspect-based.

Apa saja tools atau library itu? Okay mari saya beritahu

  1. beautifulsoup dan urlib
    Dua library ini jalan di Python dan digunakan sama pak Nadeem dan kawan-kawan untuk membangun scrappernya. Scarapper di sini digunakan untuk mengambil data review hotel dari situs Tripadvisor. Saya juga belum coba bikin crawler pake’ dua lib ini tapi sudah install. Nanti kalau sudah coba Insya Allah saya share di blog ini. Doakan penghuni blog jadi rajin ya :D.
  2. MALLET
    Nah kalau MALLET ini dia adalah tool yang java based dan digunakan untuk topic modelling. Saya juga sudah install tapi belum coba pakai jadi belum bisa berkata apa-apa tentang tool ini.
  3. NLTK
    NLTK merupakan library di python untuk text processing. Banyak fungsi-fungsi text processing yang dimuat di library ini.
  4. Gensim
    Kalau menurut pemahaman saya dari baca paper di atas, Gensim ini fungsinya sama seperti MALLET, bedanya Gensim ini Python based.
  5. LDA
    Kalau LDA ini bukan lib atau tool. Ini juga hal baru bagi saya, setelah baca paper saya tahu bahwa LDA ini merupakan salah satu algoritma untuk topic modelling. Kabar baiknya buat pengguna rapid miner, LDA bisa digunakan di rapid miner dengan install lib bernama “corpus linguistics plugin LDA”.
    Sekian dari saya… Btw, I cut my finger this morningĀ  (mohon diabaikan, lagi cari perhatian), jadi ada sedikit usaha lebih dalam mengetik postingan ini. Mohon masukan dan koreksinya kalau-kalau ada info yang keliru. Terima Kasih …

 

Advertisements
Leave a comment

Install graphviz dan pydot via conda

Well, bagi kalian yang punya masalah unsatistableError terkait dependency pada saat install pydot boleh baca lebih lanjut.

Graphviz
Pada kasus saya, saya install graphviz via anaconda-navigator. Install berhasil tapi pada saat import tidak terbaca. So, saya coba install graphviz via terminal dengan mengetikkan :

conda install -c anaconda graphviz

Pydot
Pada saat saya install pydot, muncullah pesan yang bilang bahwa pydot tidak complatible dengan python 3.6 yang terinstall. Jadi bagaimana? Instead of pakai pydot saya menginstall pydotplus via anaconda navigator. Isinya sama dengan pydot.

Nb :
– Saya pakai linux mint
– Saya pakai anaconda-navigator

Leave a comment

I am Back

It’s been so long since my last posting, right? So what happened? No something special happen but I am just do not have kind of willingness to write something or share something.
So, why I write now? Actually nothing special. The fact just that I am in Jogja again now  ~yeyeye. After more than one year, I can come back to this city that I always miss. 

What am I doing here?

Well, actually its been more than one month since I came to this city again. I got scholarship which allows me to study English for 3 months for IELTS preparation. This scholarship is provided by Kemenristekdikti.So, thank you so much for kemenristekdikti having put my name in the list.

Since I am now studying intensive English for IELTS preparation, I write this post in English for practicing. I hope for my next posts, I can write it in English.

Is there any something new I notice?

 So many things. I hope I can write it for my next post.

Leave a comment

[1]Twitter Mining

Coba buat crawler seperti ini :

Leave a comment

Format Flashdisk Linux Mint

Baru baru ini terjadi sesuatu dengan flashdisk saya. Entah karena virus atau hal lain. Tiba-tiba saja semua nama folder dan file berubah menjadi deretan simbol aneh :D.

Kalau cuman nama folder dan file yang berubah menjadi simbol aneh tidak masalah sebenarnya, saya tinggal rename saja. Tapi, selain nama berubah semua file dan folder tidak bisa diakses.

Jalan satu-satunya yang saya tempuh tentu saja F O R M A T.

Pertanyaannya bagaimana cara format FD di linux? Ini pertama kalinya bagi saya. Biasanya saya pinjam komputer kampus yang berisi windows untuk format. Alasannya karena di Windows tingga klik kanan format. Tetapi, FD saya entah kenapa tidak bisa diformat dengan cara tersebut.

Lalu, saya mencoba format FD di linux. Dengan,

  1. Buka terminal
  2. Masuk sebagai root dengan “Sudo Su” lalu ketikkan password root
  3. Ketikkan “fdisk -l”, untuk apa? saya mau mengecek dimana FD saya dimount. FD Saya dimount di “/dev/sdc1”
  4. Kemudian saya unmout FD saya, dengan “sudo umount /dev/sdc1
  5. Tulis perintah mkfs.vfat -n TOSHIBA /dev/sdc1. (vfat artinya FD pakai tipe fat, -n saya kurang tahu, TOSHIBA adalah bakal nama FD saya setelah diformat, /dev/sdc1 adalah tempat mount FD saya)
  6. Selesai
  7. FD Saya kembali baru alias semua data hilang